Karet 4 hari sejumlah 997kg, sudah terjual dengan harga Rp. 4500 / Kg.
Ada yang berani beli lebih tinggi?
DIarsipkan di bawah: Catatan Penjualan | Ditandai: harga karet, petani karet | Leave a Comment »
Karet 4 hari sejumlah 997kg, sudah terjual dengan harga Rp. 4500 / Kg.
Ada yang berani beli lebih tinggi?
DIarsipkan di bawah: Catatan Penjualan | Ditandai: harga karet, petani karet | Leave a Comment »
Disini, penyadap dapat 1/3 dari hasil kebun. Jika sudah agak tinggi, jatahnya naik jadi 2/5, sampai pada tingkat kesulitan tertinggi, dia akan dapat 1/2 dari hasil sadapan.
Para buruh sadap itu berangkat pagi-pagi benar, menyadap di kebun sampai sekitar jam 10 dan kembali untuk menyerahkan lump karet hasil sadapan ke gudang.
Sorenya atau beberapa hari kemudian (tergantung kebiasaan masing-masing) tengkulak datang membeli karet. Semua karet ditimbang dan dirupiahkan. 2/3 hasil menjadi hak para pemilik kebun, 1/3 jadi hak buruh sadap.
Biaya operasi gudang, perawatan dan sebagainya ditanggung owner. Penyadap mendapat 1/3 bersih tanpa potongan.
Tapi…
Beberapa orang merasa untungnya kurang besar. Gudang pun diubah menjadi sebuah usaha sendiri. Sekarang jalur penjualan menjadi sedikit lebih panjang. Hasil sadapan dibeli oleh gudang terlebih dahulu, baru kemudian gudang menjual lagi ke tengkulak.
Tentu saja tidak mungkin dengan menaikkan harga jual, tapi dengan menurunkan harga beli dari buruh sadap. Misalnya harga karet 5000, maka beli ke penyadap adalah 4500 atau 4000, tergantung susutnya berapa nanti saat dijual ke tengkulak.
Lalu bagaimana supaya selisih harga tidak mencolok? Ya tetap di beli dengan harga yang tak jauh berbeda, tapi diterapkan potongan ekstrim pada saat pembelian, 15-25 persen dari berat, dengan alasan kadar air yang terlalu tinggi.
Supaya tak ada yang curiga, setiap beberapa saat gudang perlu mengaku rugi karena salah perkiraan, walaupun sebenarnya gudang itu adalah sebuah usaha dagang yang tidak mungkin bisa rugi. Karena harga beli ke penyadap selalu ditentukan setelah harga jual ke tengkulak ditentukan. 300-1000 rupiah dari setiap kilo, dikalikan sekian ratus kilo setiap hari. Anda bisa bayangkan berapa banyak tanah yang bisa dibeli setiap tahun jika keuntungan ini dikantongi sendiri.
Keuntungan gudang kemudian dibagi-bagi kepada para pemilik kebun. Itu kalau mereka tahu. Kalau para owner bodoh itu bisa dibuat tetap tidak tahu… ya keuntungan bisa terus dimakan sendiri oleh sang manajer gudang.
Dengan begini, para buruh penyadap yang dibodohi tetap merasa mendapat 1/3 dari hasil kebun. Andai ada buruh yang terlalu cerdas dan mengkritisi kebijakan serakah ini, cukup diultimatum dengan ATURAN DISINI YA SEPERTI ITU, TIDAK NURUT SILAKAN KELUAR!!! Dan mereka akan memilih bungkam, mungkin sambil memilih jadi maling kecil-kecilan.
Para owner yang bisa dibuat tetap tidak tahu juga merasa selalu dapat 2/3 dari hasil kebun. Tapi kalau ada yang kritis dan usil, bisa dibungkam saja dengan bagi hasil dari gudang.
Akhirnya, walaupun tak ada yang merasa dirugikan, keuntungan yang diperoleh manajer gudang dan mungkin para owner jadi lebih besar.
Dilihat dari kacamata dagang mungkin ini wajar, tapi kalau dilihat pakai perasaan, saya merasa itu sangat tidak bermoral. Ah, mungkin saja perasaan ini karena saya masih baru di dunia perkaretan.
Bagaimana menurut anda? Apakah trik semacam itu pantas terus dilakukan?
DIarsipkan di bawah: karet | Ditandai: buruh tani, gudang, keadilan, kesejahteraan, lump, penyadap, trik | 3 Komentar »
Katanya mau rutin ngeblog soal karet, kok online aja males? hehe…
Ehem… maaf, ada sedikit masalah, ceritanya kemarin itu diajak pindah ke dotcom biar bebas pasang widget dan sekalian bisa ngiklan.
Tapi akhirnya batal karena… tau dong, harga karet yang terjun bebas, naik sedikit lalu terjun lagi… ini membuat tembolok mual mules dan bikin males-malesan. Selain memang terjadi juga kekurangcocokan yang agak “religius”. Lagian, blog gratisan aja males update, apalagi bayarin dotcom?
Akhirnya balik lagi disini deh, ngadmin sendirian saja. Bebas berpikir dan berpendapat. *ngomong apa saya ini*
Jadi sekarang semua posting sudah kembali seperti semula, beberapa mungkin dalam keadaan sebelum update. Hanya saja… semua komentar ternyata lenyap selamanya. Semoga semua pembaca yang pernah meninggalkan jejak mau memaafkan kesalahan fatal saya ini.
Btw, apa sebaiknya sekalian berhenti ngeblog aja ya? Ah, tentu tidaks :)
Sekarang, setelah saya kembali, adakah yang mau gabung jadi kontributor artikel, curhat atau apa gitu soal karet?
DIarsipkan di bawah: karet | Ditandai: blogging | Leave a Comment »
Walaupun harga semakin buruk, kami memutuskan untuk menambah jumlah penyadap. Ini untuk meningkatkan efisiensi, agar lebih banyak pohon yang bisa dieksploitasi. Terutama karet-karet tua yang sudah waktunya regenerasi, sebelum mereka terlalu uzur dan wafat, ada baiknya kalau diperkosa dulu habis-habisan… ehm, kok jadi terdengar jahat ya…
Namun belajar dari masa lalu, pengalaman kami menunjukkan bahwa memecat maling dan perusak ternyata lebih sulit daripada merekrut penyadap, mereka selalu balik mengintimidasi dan mengancam akan merusak atau melakukan hal-hal yang menakutkan jika dipecat… apalagi kalau pelakunya masih ada hubungan kerabat… sebejat apapun prilakunya, sangat sulit untuk dipecat. Dari situ terpikir untuk membuat perjanjian sebelum merekrut orang. Tentu saja bermaterai dan dilengkapi saksi agar punya kekuatan hukum.
Tapi apa saja pasal-pasal yang harus dicantumkan? Ini yang saya masih bingung…. mungkin sebaiknya saya tanyakan ke forum dulu, nanti kalau sudah dapat saya posting lagi disini.
DIarsipkan di bawah: karet | Ditandai: buruh tani, karet, kontrak | 1 Komentar »
Mohon maaf lama tak update…
Kemarin sibuk minal-minul ritual tahunan lebaran, ada acara mendukung teman-teman yang ikut sidang di PN JakPus, plus kehilangan pacar. Yang terakhir itu memang sudah agak lama kejadiannya, tapi seperti orang kecelakaan, saat baru kejadian tidak sakit apapun karena badan dibanjiri adrenalin, beberapa kemudian kemudian baru akan terasa njarem dan nyeri pedihnya, hehe, apalagi kalo orangnya cengeng najis… nah.. Jadi curhat ga penting kan.
Jadi sekarang saya ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi semua yang ikut merayakannya, baik yang ber KTP Islam maupun tidak, karena saya yakin semua menikmati imbasnya :)
Dan bagi petani karet disekitar saya, saya ucapkan selamat menikmati anjloknya harga ke 7000 Rupiah, Hehe… permainan apa lagi ini yah?
Selamat merayakan kehidupan :)
DIarsipkan di bawah: karet | Ditandai: harga karet, karet, petani karet | Leave a Comment »
Belakangan ini semakin banyak komentar berupa iklan yang bermunculan, mulai iklan jual tanah, sampai jual obat-obatan. Yang sangat aneh, obat yang diiklankan bukanlah obat yang berkaitan dengan pertanian, tapi malah obat kuat untuk hubungan badan.
Untuk jenis iklan yang terakhir itu tanpa ragu saya langsung cap sebagai spam. Tapi bagaimana dengan iklan tanah, pupuk dan semacamnya yang masih berkaitan dengan karet? Ini yang membingungkan saya.
Sebenarnya, tujuan awal blog ini kan non profit… maksudnya tujuan utamanya bukan untuk fokus cari duit dari banner iklan, tidak ada niat untuk ngadsense dan sebangsanya. Jadi untuk komentar berupa iklan… apalagi tanpa ijin ya di mark as spam. Tapi bagaimana kalau ternyata jualan tanahnya serius? Bagaimana kalau ternyata obatnya asli bagus? Bukankah itu peluang untuk cari duit halal, setidaknya bagi yang jual?
Akhirnya saya putuskan begini saja:
Sebelumnya silakan kontak saya dulu lewat halaman yang seharusnya.
Untuk iklan jual tanah, sertakan bukti-bukti keseriusan menjual seperti hasil scan sertifikat dan semua informasi yang dibutuhkan termasuk koordinat GPS dari batas-batas tanahnya. Ya sertakan semua info yang biasanya ditanyakan oleh pembeli yang niat lah. Nanti kalau ok saya tampilkan di halaman/posting khusus, atau malah saya sendiri yang beli, hehe. Kalau berhasil laku boleh deh ngasih saya persen seikhlasnya.
Untuk jualan produk semacam penambah getah atau pupuk, silakan kontak dan koordinasi untuk uji coba, sukur-sukur berani kasih contoh gratis :). Kalau memang terbukti aman, bagus dan sesuai klaim, bukan cuma saya ikut promosikan, tapi kemungkinan besar saya juga ikut beli dan jadi pelanggan setia.
Untuk iklan yang lain ya sama… intinya jangan langsung memenuhi kolom komentar dengan iklan. Bukan hanya tidak sopan, tapi komentar anda juga bakal jadi santapan akismet.
Terimakasih.
Selamat Berpuasa bagi yang menjalankannya. Mari kita melatih diri meningkatkan kesadaran untuk jadi manusia yang lebih jujur, bertanggung jawab dan mampu mengendalikan hawa nafsu… termasuk dalam menentukan harga dan jual beli karet. ;)
DIarsipkan di bawah: FAQ, karet | Ditandai: aturan, iklan, karet, obat, promosi | Leave a Comment »
Saya baru tahu kalau Departemen Pertanian punya halaman Laporan Mingguan Harga Komoditas Perkebunan. Sebuah halaman yang lumayan informatif, saat saya cek tadi didalamnya ada beberapa info sbb:
Tentu saja yang paling menarik buat saya adalah harga komoditas karet. Sayang didalamnya tidak disebut wilayah Tulang Bawang Udik. Tapi lumayan lah, saya jadi tahu pasaran karet berapa.
Dari mengikuti link disitu, saya juga menemukan situs Direktorat Jendral Perkebunan. Loadingya asli berat banget untuk ukuran Indonesia yang kebanyakan masih fakir benwit. Mungkin emang situsnya salah biikin atau mungkin karena saya loadingnya pakai TelkomFlash, hehe.
Walaupun berat, situs Ditjenbun tampil keren dan dijaga seorang admin yang masih hidup. Saya lihat beliau menjawab pertanyaan para pengunjung lewat shoutbox. Nanti akan saya jelajahi lebih lanjut untuk cari tahu lebih banyak soal karet.
Sekian post kali ini,
Oh iya, Bravo manusia-manusia di Deptan dan Ditjenbun!!! Semoga hidup kalian semakin berguna untuk Kaum Tani Indonesia, maksud saya kaum tani yang hidup beneran, bukan yang hidup hanya dalam kertas laporan tahunan ;)
Credit: dokabz di Forum Agrobisnis Indonesia
DIarsipkan di bawah: karet | Ditandai: harga kakao, harga karet, harga kelapa, harga kopi | Leave a Comment »
Pagi ini sangat dingin.
Kemarin, 19 Agustus 08 turun hujan deras, sangat amat deras. Air sumur sampai naik hingga merendam pompa :)
Banyak pihak senang. Penyadap senang karena hari ini tak perlu berangkat ke kebun, bisa kelonan dengan kekasih masing-masing sejak pagi. Tanaman tampak segar dan somehow tampil lebih berwarna. Binatang-binatang walau tampak kedinginan, tapi bibirnya seperti senyum lebih lebar. Saya juga ikut senang, walau tak ada yang bisa dipeluk (walau dalam angan), tak ada uang masuk (karena tak ada yang nyadap), dan sekalipun telkomselFlash membusuk hingga tak dapat dipakai (ini terpaksa pakai IM3), saya bisa duduk-duduk memikirkan alasan untuk merasa riang.
Sepertinya kemarau tak jadi datang sekarang ya? Saya tak hapal jadwal musim, tapi menurut senior-senior disini yang dahi dan omongnya tampak sangat berpengalaman, harusnya sekarang sudah kemarau. Kalau mereka benar, berarti cuaca mulai aneh. Global Warming effects??
Bahaya ini, kalau cuaca semakin kacau, maka petani harus cari sumber nafkah yang lain, mungkin tanaman tidak bisa lagi diharapkan. Kesehatan Bumi itu penting, anehnya banyak petani yang tak peduli sama sekali. Bakar lahan seenak udelnya, buang botol-botol plastik bekas obat sembarangan, buang sampah rumah tangga sesukanya…. ah… Indonesia yang unik.
Apapun lah, yang harus terjadi pasti terjadi, sekarang saya ucapkan Selamat Pagi Manusia :)
DIarsipkan di bawah: karet | Ditandai: cuaca, global warming, kemarau, sampah | Leave a Comment »
Barusan nemu Forum Agrobisnis Indonesia, sebuah forum yang katanya non profit dengan tujuan memajukan pelaku agrobisnis di Indonesia. Betapa tujuan yang mulia dan wajib didukung!!
Saya langsung register dan melihat-lihat subforum perkebunan, tentu saja –menggunakan TelkomselFlash yang di Tulang Bawang ini leletnya ampun– untuk mencari bahasan tentang karet. Dan… masih nihil.. hehe…
Semoga forum itu segera ramai. Ayo dong para petani karet, duit banyak masa online aja ga bisa? Duit banyak jangan dipake judi, minum dan maen cewe mulu deh… Ayo belajar online dan majukan karet Indonesia ;)
DIarsipkan di bawah: karet | Leave a Comment »
Sekarang turun ke 7900 – 8500, tergantung kedekatan personal dan jumlah utang pada tengkulak.
Aneh… walau banyak sekali pembenaran dari beberapa pihak, saya masih merasa kalau harga itu terlalu rendah :-?
Sudahlah… Besok 17 Agustus, Selamat merayakan kemerdekaan!! Hehe…
Sekian info kali ini…
DIarsipkan di bawah: karet | Ditandai: harga karet | Leave a Comment »