Kabar baik bagi petani karet. Data yang dikeluarkan Bloomberg Senin (14/2), harga karet menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah. Hal tersebut disebabkan keinginan China untuk meningkatkan pembelian karet sebagai cadangan dalam negerinya.
Sebagai perbandingan, pada bulan Juli 2010 harga karet naik 1,2% menjadi 520 yen per kilogram (kg), setara US$ 6,247 metrik ton. Sementara, kemarin, harga karet di Tokyo berada di posisi 518,5 yen per kg.
Situasi ini tentu saja mengerek harga karet di tingkat petani. Petani di Sumatera Selatan misalnya menjual karet dengan harga antara Rp 17.800 – Rp 18.000 per kg, naik sekitar Rp 200 – Rp 400 per kg dari harga sebelumnya sebesar Rp 17.600 per kg. Kenaikan ini disebabkan semakin membaiknya harga di tingkat pabrik. Saat ini harga karet di tingkat pabrik antara Rp 21.000 – Rp 21.600 per kg.
Seorang petani karet di Sibolga, Sumatera Utara, Yunisa Gea menyebut, harga karet di tingkat eceran mencapai Rp 19.500 – 20.000 per kg. Harga ini naik sekitar Rp 1.000 – Rp 1.500 per kg dari sebelumnya Rp 18.500 per kg. Menurutnya, rata-rata kenaikan harga karet pada 2010 lalu hingga awal 2011 sekitar Rp 500 per kg.
Pada akhir Desember 2010 lalu, harga karet mentah jenis “lumb” di tingkat petani berkisar Rp 12.000 per kg, sementara sekarang sudah mencapai Rp 14.000 – Rp 15.000 per kg.
Sumber: